Alamat Kami
Jalan Terminal Jeunieb, Blang Mee Barat, Kec Jeunieb, Kab Bireuen
Alamat Kami
Jalan Terminal Jeunieb, Blang Mee Barat, Kec Jeunieb, Kab Bireuen
Pendidikan adalah pondasi peradaban. Tidak ada bangsa yang kuat tanpa sekolah yang baik. Di tengah derasnya arus globalisasi, generasi Muslim menghadapi tantangan besar: modernisasi sering kali berlari tanpa arah, meninggalkan nilai agama yang seharusnya menjadi pegangan hidup.
Kondisi ini melahirkan kegelisahan seorang ulama muda Aceh, Tgk. H. M. Yusuf A. Wahab, lebih dikenal sebagai Tu Sop atau Ayah Jeunieb. Beliau yakin pendidikan Islam harus dibangun dengan fondasi seimbang: ilmu pengetahuan modern dan pendidikan ruhani. Dari kesadaran itu lahirlah gagasan mendirikan SDIT Assalam Islamic School—sekolah dasar terpadu yang menghadirkan ilmu umum, agama, dan akhlak dalam satu kesatuan.
Untuk memahami berdirinya sekolah ini, kita perlu melihat situasi Aceh pada awal 2000-an.
Pasca konflik berkepanjangan dan tsunami 2004, banyak sarana pendidikan hancur. Anak-anak kehilangan guru, ruang kelas, dan bahkan motivasi untuk belajar. Pendidikan berjalan, tetapi mutu dan arah masih tertatih.
Sebagian besar sekolah menekankan kurikulum nasional murni. Sementara itu, pendidikan agama hanya menjadi pelengkap, sekadar mata pelajaran tambahan. Akibatnya, banyak generasi muda cerdas secara akademik, namun rapuh dalam pegangan moral dan spiritual.
Ayah Jeunieb melihat realitas ini sebagai kesenjangan besar. Beliau percaya Aceh membutuhkan sekolah yang mampu
Sebagai ulama yang disegani, Tu Sop bukan hanya seorang pendakwah. Beliau juga dikenal sebagai arsitek pendidikan Jeunieb. Sebelumnya, beliau ikut mendorong lahirnya SMA Plus Jeunieb, SMK Jeunieb, dan MAN Jeunieb. Semua lembaga itu menunjukkan keseriusannya membangun peradaban lewat pendidikan.
Namun, satu titik lemah masih ada: pendidikan dasar Islam terpadu. Anak-anak Aceh membutuhkan pondasi sejak dini. Dari situlah ide mendirikan SDIT Assalam Islamic School lahir.
Dengan dukungan Yayasan Al-Aziziyah, tokoh masyarakat, serta para wali murid yang percaya pada visi beliau, gagasan itu diwujudkan menjadi sekolah nyata.
Ada dua momentum penting dalam sejarah sekolah ini:
Tahun 2014 menjadi tahun bersejarah. Saat pertama kali dibuka, jumlah murid hanya beberapa puluh orang. Ruang kelas masih sederhana, sebagian dipinjam dari fasilitas yayasan.
Para guru juga berasal dari kalangan pesantren sekitar, dengan semangat pengabdian yang luar biasa. Mereka bukan sekadar mengajar, tetapi juga mendidik dengan penuh kasih sayang. Guru-guru inilah yang kemudian menjadi fondasi budaya sekolah: disiplin, ikhlas, dan penuh cinta terhadap murid.
Meski sederhana, suasana penuh harapan. Setiap pagi terdengar suara tilawah Al-Qur’an anak-anak yang masih terbata-bata. Shalat dhuha berjamaah menjadi kebiasaan. Dari sinilah identitas “sekolah dengan ruh Islam” mulai terbentuk.
Sejak awal berdiri, sekolah ini memegang visi:
“Mencetak generasi Muslim yang cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya saing global dengan berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah.”
Misi sekolah:
Nama “Assalam” sendiri dipilih dengan makna mendalam: kedamaian. Sekolah ini diharapkan menjadi tempat lahirnya generasi pembawa damai—damai dengan diri sendiri, damai dengan sesama, dan damai dengan Tuhannya.
Kehadiran SDIT Assalam membawa perubahan nyata:
Meningkatkan standar pendidikan di Jeunieb. Orang tua kini punya pilihan sekolah berkualitas dengan nuansa Islami.
Pemberdayaan guru lokal. Banyak sarjana muda mendapatkan kesempatan berkarir.
Perubahan budaya masyarakat. Anak-anak pulang sekolah membawa kebiasaan Islami ke rumah: doa, adab, disiplin.
ekolah ini tentu menghadapi tantangan: kebutuhan fasilitas modern, penguatan mutu guru, serta persaingan global. Namun, dengan fondasi yang kokoh dan dukungan masyarakat, SDIT Assalam optimis terus melangkah maju.
Visi jangka panjangnya adalah menjadi pusat pendidikan Islam terpadu di Aceh, yang tidak hanya melahirkan siswa berprestasi, tetapi juga pemimpin masa depan yang berakhlak mulia.
Sejarah berdirinya SDIT Assalam Islamic School adalah kisah tentang kesungguhan membangun peradaban lewat pendidikan. Dari gagasan seorang ulama pada awal 2000-an, diwujudkan pada 2014, dan berkembang hingga kini, sekolah ini menjadi simbol bahwa pendidikan Islam modern bisa berjalan seiring dengan tuntutan zaman.
Dari ruang kelas sederhana hingga menjadi sekolah yang diperhitungkan, SDIT Assalam mengajarkan satu hal: jika pendidikan didirikan di atas iman dan ikhlas, ia akan tumbuh menjadi cahaya yang menerangi generasi.